Tampilkan postingan dengan label info jerawat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label info jerawat. Tampilkan semua postingan

Faktor penyebab jerawat yang perlu anda ketahui

faktor penyebab jerawat
Jerawat atau juga disebut sebagai Acne Vulgaris dalam dunia medis merupakan masalah penyakit yang paling sering dialami oleh manusia, terutama dalam fase-fase tertentu dalam hidupnya seperti pada saat pubertas, di dalam siklus menstruasi, dan lain sebagainya. Jerawat sering kali muncul di area wajah, yakni sekitar pipi, hidung dan juga dahi. Selain itu, masalah penyakit ini juga sering kali menginfeksi kulit pada bagian tubuh lainnya, seperti dada, punggung, bahu, leher dan juga lengan. Karena warnanya yang kemerahan, membentuk benjolan kecil, dan terkadang juga meradang, jerawat juga dapat menurunkan rasa percaya diri bagi penderitanya.

Terkadang, mereka yang menemukan jerawat yang tumbuh pada wajah tidak tahu dengan pasti akan penyebab jerawat tersebut. Terutama pada remaja yang umumnya belum memahami cara merawat kebersihan dan kesehatan kulit dengan baik. Akibatnya, jerawat yang tumbuh menjadi semakin parah dan bahkan lebih sulit untuk disembuhkan. Oleh karena itu, penting bagi kita semua untuk mengetahui berbagai faktor yang menyebabkan tumbuhnya jerawat. Dengan begitu, kita dapat menghindari berbagai faktor penyebab tersebut sehingga tumbuhnya jerawat baru dapat dicegah.  

Agar dapat mencegah tumbuhnya jerawat dan menghindari parahnya kondisi jerawat yang timbul, berikut beberapa penyebab jerawat yang perlu Anda ketahui.

Faktor Penyebab Jerawat

Ada beberapa faktor umum yang menyebabkan tumbuhnya jerawat pada wajah dan kulit pada bagian tubuh lainnya. Faktor penyebab tersebut antara lain sebagai berikut;

1. Berlebihnya Produksi Minyak pada Kulit

Kebersihan kulit yang kurang terjaga sering kali menjadi faktor yang mengakibatkan timbulnya jerawat. Akan tetapi, tidak semua masalah jerawat disebabkan oleh faktor tersebut. berbagai faktor dari dalam tubuh juga bisa menjadi penyebab masalah kulit ini. Salah satu penyebab utama adalah berlebihnya produksi minyak pada kelenjar kulit (sebaceous gland). Produksi minyak yang berlebih ini menyebabkan pori-pori dan saluran folikel pada kulit menjadi tersumbat dan kemudian menjadi jerawat. Minyak yang menumpuk di bawah permukaan kulit terkadang juga didukung oleh berbagai faktor penyebab jerawat lainnya, seperti bakteri, hormon, atau penggunaan sabun yang tidak cocok dengan jenis kulit.

2. Bakteri

Bakteri adalah faktor utama lain yang menyebabkan timbulnya jerawat pada wajah. Bakteri yang menyebabkan jerawat ini disebut p. acne. Bakteri ini menyukai kulit sebagai tempatnya berkembang biak, terutama pada kelenjar minyak sebaceous. Pada kelenjar ini, bakteri ini dapat menyebabkan penyumbatan sehingga terjadi iritasi dan pembengkakan di bawah permukaan kulit. Kelenjar yang semakin membengkak tersebut bisa pecah, menimbulkan peradangan dan juga rasa sakit pada kulit di sekitar area tumbuhnya jerawat. Faktor ini juga merupakan penyebab tumbuhnya jerawat batu yang berukuran lebih besar, terasa sakit, dan juga merusak kulit karena bekasnya dapat menyebabkan kulit berlubang seperti halnya bekas luka saat cacar.    

Agar infeksi bakteri pada kulit dapat berkurang, sebaiknya kita selalu memperhatikan kebersihan kulit sehingga terhindar dari jerawat. Perhatikan segala sesuatu yang bersentuhan langsung dengan kulit wajah dan pastikan bahwa kebersihannya terjaga agar tidak membawa bakteri penyebab jerawat. Contohnya, sarung bantal, masker penutup wajah, selalu menutupi sebagian wajah saat bermotor, spon bedak atau makeup, rambut dan juga jari-jari tangan. Pastikan semua hal cukup bersih ketika akan menyentuh kulit wajah Anda, terutama mereka yang memiliki jenis kulit yang sangat sensitif terhadap debu dan juga bakteri.

3. Sel -Sel Kulit Mati pada Kulit

Sel-sel kulit mati yang banyak ditemukan pada kulit juga bisa memperparah timbulnya jerawat. Ketika hormon Androgen dalam tubuh menyebabkan produksi minyak meningkat pada kelenjar sebaceous, jerawat akan muncul dari berkembangnya bakteri yang bercampur dengan sel-sel kulit mati ini. Selain itu, sel-sel kulit mati yang bercampur dengan sabun juga dapat menyebabkan penebalan pada kulit. Akibatnya, terjadi bintik putih atau hitam yang merupakan jerawat di permukaan kulit. Faktor penyebab jerawat yang satu ini juga dapat menyebabkan tumbuhnya jerawat pada punggung, kulit kepala dan juga lengan.

Jerawat Membandel? Apa Faktor Penyebabnya?

Disebut sebagai jerawat membandel tentu saja karena jenis jerawat yang satu ini sangat sulit diobati dan tidak pernah beranjak dari kulit. Akibatnya, tentu saja menimbulkan kurangnya rasa percaya diri dan kurang maksimalnya keindahan kulit. Ada beberapa faktor penyebab jerawat yang menimbulkan jerawat membandel, antara lain;

Faktor Hormon

Hormon merupakan salah satu penyebab utama timbulnya jerawat yang membandel pada kulit, terutama pada remaja. Karena faktor hormonal ini, jerawat yang timbul dapat dimulai sejak usia 10 tahun hingga 15 tahun. Ketika usia menginjak 25 tahun, jenis jerawat ini pun akan menghilang. Akan tetapi, pada sekitar 7% penderita, jerawat hormonal ini bertahan lebih lama, bahkan hingga usia 40-50 tahun. Jerawat jenis ini juga sering diderita oleh kaum hawa pada 2 sampai 7 hari sebelum periode menstruasinya dimulai, karena hormon mengalami peningkatan produksi pada masa ini. Selain itu, jerawat yang disebabkan oleh hormon juga sering dialami oleh pengkonsumsi obat peningkat hormon seperti steroid, estrogen, kortison, feniton dan juga testosteron. Pada wanita yang sedang hamil, jenis jerawat ini juga sering dialami.

Pola Makan dan Gaya Hidup yang Tidak Sehat  

Pola makan dan gaya hidup yang tidak sehat juga merupakan faktor yang membuat jerawat tumbuh subur dan sulit diatasi. Terlalu banyak mengkonsumsi makanan yang berlemak tinggi, terlalu pedas dan makanan cepat saji adalah faktor yang dapat menimbulkan jerawat yang membandel. Selain itu, konsumsi alkohol, minuman bersoda, dan juga kurang minum air putih juga merupakan faktor besar timbulnya jerawat membandel. Kondisi ini juga akan semakin parah ketika gaya hidup juga cenderung tidak sehat seperti merokok, begadang atau kurang tidur dan juga jarang berolah raga. Tubuh yang tidak mendapatkan nutrisi yang baik dan jarang berolah raga, peredaran darahnya tidak akan lancar, termasuk pada kulit dan meningkatkan resiko penyebab jerawat

Hal yang tidak boleh dilakukan pada jerawat

memencet jerawat
Hal yang paling menjengkelkan adalah ketika jerawat mulai bermunculan di kulit wajah, dan jumlahnya tidak hanya satu, melainkan beberapa dan ukurannya cukup membuat penampilan Anda terganggu. Tentu saja kita menginginkan agar jerawat segera sembuh menghilang dan kulit wajah menjadi bersih serta mulus kembali.  Namun ternyata ada beberapa hal yang tidak boleh dilakukan pada jerawat secara sembarangan. Berikut ini kami akan bagikan beberapa hal yang memang dilarang untuk diterapkan pada jerawat:
1. Seperti yang sudah diketahui bersama bahwa durasi pengobatan jerawat memang membutuhkan waktu yang lumayan lama supaya bisa sembuh, kering, dan hasilnya bisa positif serta maksimal. Biasanya waktu yang dibutuhkan sekitar dua hingga enam minggu pengobatan lamanya. Anda dilarang untuk pasrah ataupun menyerah dalam memerangi masalah jerawat. Apabila sudah menyerah sebelum berperang, maka Anda akan semakin malas menjaga kebersihan kulit wajah, dan jerawat akan semakin bertambah serta semakin parah. Langkah yang dianjurkan adalah menggunakan secara teratur dan rutin obat jerawat sesuai resep dokter, jangka waktu pengobatannya sekitar satu bulan, sampai benar-benar sembuh, dan pengobatan bisa dihentikan, dilanjutkan dengan perawatan serta menjaga kebersihan. Jangan terpengaruh dengan pengobatan awal yang memang belum menampakkan perubahan positif, lanjutkan terus sampai sebulan.

2. Hal yang tidak boleh dilakukan pada jerawat selanjutnya adalah mencoba sejumlah perawatan dari berbagai tempat sekaligus atau bersamaan. Biasanya karena putus asa dan menyerah akan gangguan jerawat yang tidak sembuh-sembuh, sehingga membuat kita akan tergoda berpindah-pindah mencari tempat perawatan jerawat yang kompeten dan lebih baik. Padahal pengobatan yang berlebihan dan tercampur-campur akan membuat jerawat semakin meradang serta bertambah banyak. Kulit wajah akan mudah mengalami iritasi, efek negatifnya bisa menghasilkan bekas  flek hitam serta jaringan parut. Tentu saja hal ini harus dihindari supya penanganan tidak terlambat dan masih bisa diatasi.

3. Dilarang untuk menggosok maupun menyuci wajah secara berlebihan, karena hal ini juga bisa memicu iritasi kulit yang serius. Selain faktor lainnya, tidak dianjurkan untuk  membersihkan wajah dengan  sabun keras yang bisa menimbulkan iritasi akibat sisa sabun yang tersisa di wajah. Sedikit kami beri petunjuk, bahwa sabun pembersih yang baik tanpa mengiritasi adalah mempunyai pH yang cocok dengan pH pada kulit wajah yaitu 5 sampai 6,5.

4. Memecah maupun menekan jerawat pada wajah dengan kasar serta penuh tekanan pemaksaan berharap jerawat bisa segera sembuh, padahal perilaku ini bisa membuat radang pada jerawat semakin parah dan proses penyembuhannya malah berangsur lebih lama dari biasanya. Langkah tepat dan terbaik yang bisa dilakukan untuk mengatasi jerawat adalah membiarkan proses kesembuhan dari jerawat supaya berjalan secara normal agar tidak meninggalkan bekas yang sulit hilang.

5. Apabila jerawat yang muncul sudah semakin parah dan bertambah banyak, hal yang tidak boleh dilakukan pada jerawat adalah terlambat memeriksakan serta berkonsultasi pada dokter yang berwenang dan ahli di bidangnya. Sebaiknya Anda segera periksa pada dokter, supaya bisa diberikan pengobatan menggunakan dosis yang semestinya, berefek kuat daripada dosis yang diberikan obat bebas dan kurang maksimal hasilnya. Anda juga bisa mencoba kecanggihan teknologi saat ini seperti laser sesuai kebutuhan menghilangkan jerawat, asalkan legal dan aman bagi kulit wajah Anda.

6. Menggunakan obat jerawat tetapi secara sembarangan dan tidak sesuai dengan petunjuk pemakaian. Hal ini tidak dianjurkan karena bisa membuat kulit wajah kemerahan atau iritasi.

Demikian beberapa tips dan larangan mengenai jerawat yang bisa kami sampaikan, semoga bermanfaat dan semakin menyadarkan kita akan pentingnya melakukan perawatan serta kebersihan kulit wajah. 

Jenis Kulit yang Mudah Terkena Jerawat

Jenis Kulit wajah
Merawat kulit wajah adalah hal yang penting, bukan hanya kaum hawa, pria juga harus merawat wajah agar selalu bersih dan sehat. Selain itu, mengetahui jenis kulit wajah dapat lebih mempermudah untuk melakukan perawatan, contohnya mengenali jenis kulit yang mudah berjerawat.

Jenis-Jenis kulit wajah

Setiap orang tidak memiliki jenis kulit yang sama. Berbagai macam jenis kulit tentu memiliki masalah yang berbeda-beda, begitu juga dengan perawatannya. Berikut jenis-jenis kulit secara umum, diantaranya;



  • Kulit normal
Kulit normal bercirikan perubahan pada wajah sesuai dengan pergantian musim, seperti misalnya di musim berhawa dingin kulit wajah akan terasa kering sehingga pipi terasa kencang, sedangkan di musim panas kulit wajah akan berminyak.

  • Kulit kering
Kulit wajah jarang berminyak dan juga dapat berjerawat adalah ciri dari kulit kering. Jenis kulit ini bisa sangat sensitif baik terhadap hawa dingin, angin dan cuaca panas. Sehingga elastisitas pada kulit hampir tidak ada.

  • Kulit berminyak
Salah satu jenis kulit yang lebih rentan terkena jerawat dan juga komedi daripada jenis-jenis kulit lainnya. Hal ini karena kulit berminyak mudah tertempel oleh kotoran.

  • Kulit sensitif
Kulit ini mudah bereaksi terhadap alergi, sehingga tak jarang akan menimbulkan ruam, gatal-gatal peradangan dan yang pasti jerawat. Biasanya terjadi karena sensitif terhadap produk kecantikan, tetapi sinar matahari, cuaca dingin dan angina juga dapat jadi penyebabnya.

  • Kulit kombinasi
Seperti namanya, kulit kombinasi adalah kondisi terdapat dua jenis kulit pada satu wajah. Contohnya yaitu, munculnya jerawat pada salah satu area wajah yang berminyak, sedang area wajah lainnya cenderung kering.

Dari beberapa jenis kulit di atas maka dapat disimpulkan jika jenis kulit yang mudah berjerawat meliputi kulit kering, kulit berminyak dan kulit sensitif. Akan tetapi, jenis kulit berminyak adalah jenis yang paling umum sering terjadinya jerawat. Selain itu, jenis kulit berminyak juga akan sangat rentan munculnya komedo sehingga wajah dengan kulit yang berminyak akan mudah terlihat kusam. Hal ini terjadi disebabkan kandungan minyak yang ada pada pori-pori wajah menumpuk disertai dengan kotoran seperti debu, sehingga timbul jerawat dan komedo.

Kulit berminyak biasanya akan dimiliki oleh khususnya kaum hawa yang aktifitasnya lebih banyak di luar ruangan daripada di dalam ruangan. Selain itu, dipercaya jika memiliki tubuh gemuk juga cenderung memiliki kulit wajah yang berminyak.

Jenis kulit yang berminyak memang akan lebih mencegah timbulnya kerutan pada kulit wajah dibandingkan dengan tipe kulit kering meskipun keduanya memiliki masalah yang sama, yaitu mudah terkena jerawat. Untuk merawat jenis kulit berminyak agar jerawat tidak mudah muncul, maka dapat dilakukan dengan cara membersihkan wajah dengan pembersih atau scrub cara yang benar dan bersih. Dengan kata lain, jangan sampai meninggalkan bekas busa pada wajah yang nantinya akan lebih menimbulkan masalah lainnya pada kulit wajah. Lalu gunakan penyegar untuk meluruhkan kotoran pada wajah yang berminyak. Penggunaan pelembab juga harus tetap digunakan pada jenis kulit yang mudah berjerawat agar tetap segar dan mencegah terjadinya kekeringan.

Selain itu, pola makanan yang sehat juga sangat mempengaruhi kesehatan kulit wajah karena akan membantu merawatnya dari dalam tubuh. Seperti mengurangi makanan yang mengandung kadar minyak tinggi, misalnya makanan pedas dan gorengan. Kemudian perbanyak mengkonsumsi sayuran serta buah-buahan yang berserat.
Diberdayakan oleh Blogger.