Faktor penyebab jerawat yang perlu anda ketahui

faktor penyebab jerawat
Jerawat atau juga disebut sebagai Acne Vulgaris dalam dunia medis merupakan masalah penyakit yang paling sering dialami oleh manusia, terutama dalam fase-fase tertentu dalam hidupnya seperti pada saat pubertas, di dalam siklus menstruasi, dan lain sebagainya. Jerawat sering kali muncul di area wajah, yakni sekitar pipi, hidung dan juga dahi. Selain itu, masalah penyakit ini juga sering kali menginfeksi kulit pada bagian tubuh lainnya, seperti dada, punggung, bahu, leher dan juga lengan. Karena warnanya yang kemerahan, membentuk benjolan kecil, dan terkadang juga meradang, jerawat juga dapat menurunkan rasa percaya diri bagi penderitanya.

Terkadang, mereka yang menemukan jerawat yang tumbuh pada wajah tidak tahu dengan pasti akan penyebab jerawat tersebut. Terutama pada remaja yang umumnya belum memahami cara merawat kebersihan dan kesehatan kulit dengan baik. Akibatnya, jerawat yang tumbuh menjadi semakin parah dan bahkan lebih sulit untuk disembuhkan. Oleh karena itu, penting bagi kita semua untuk mengetahui berbagai faktor yang menyebabkan tumbuhnya jerawat. Dengan begitu, kita dapat menghindari berbagai faktor penyebab tersebut sehingga tumbuhnya jerawat baru dapat dicegah.  

Agar dapat mencegah tumbuhnya jerawat dan menghindari parahnya kondisi jerawat yang timbul, berikut beberapa penyebab jerawat yang perlu Anda ketahui.

Faktor Penyebab Jerawat

Ada beberapa faktor umum yang menyebabkan tumbuhnya jerawat pada wajah dan kulit pada bagian tubuh lainnya. Faktor penyebab tersebut antara lain sebagai berikut;

1. Berlebihnya Produksi Minyak pada Kulit

Kebersihan kulit yang kurang terjaga sering kali menjadi faktor yang mengakibatkan timbulnya jerawat. Akan tetapi, tidak semua masalah jerawat disebabkan oleh faktor tersebut. berbagai faktor dari dalam tubuh juga bisa menjadi penyebab masalah kulit ini. Salah satu penyebab utama adalah berlebihnya produksi minyak pada kelenjar kulit (sebaceous gland). Produksi minyak yang berlebih ini menyebabkan pori-pori dan saluran folikel pada kulit menjadi tersumbat dan kemudian menjadi jerawat. Minyak yang menumpuk di bawah permukaan kulit terkadang juga didukung oleh berbagai faktor penyebab jerawat lainnya, seperti bakteri, hormon, atau penggunaan sabun yang tidak cocok dengan jenis kulit.

2. Bakteri

Bakteri adalah faktor utama lain yang menyebabkan timbulnya jerawat pada wajah. Bakteri yang menyebabkan jerawat ini disebut p. acne. Bakteri ini menyukai kulit sebagai tempatnya berkembang biak, terutama pada kelenjar minyak sebaceous. Pada kelenjar ini, bakteri ini dapat menyebabkan penyumbatan sehingga terjadi iritasi dan pembengkakan di bawah permukaan kulit. Kelenjar yang semakin membengkak tersebut bisa pecah, menimbulkan peradangan dan juga rasa sakit pada kulit di sekitar area tumbuhnya jerawat. Faktor ini juga merupakan penyebab tumbuhnya jerawat batu yang berukuran lebih besar, terasa sakit, dan juga merusak kulit karena bekasnya dapat menyebabkan kulit berlubang seperti halnya bekas luka saat cacar.    

Agar infeksi bakteri pada kulit dapat berkurang, sebaiknya kita selalu memperhatikan kebersihan kulit sehingga terhindar dari jerawat. Perhatikan segala sesuatu yang bersentuhan langsung dengan kulit wajah dan pastikan bahwa kebersihannya terjaga agar tidak membawa bakteri penyebab jerawat. Contohnya, sarung bantal, masker penutup wajah, selalu menutupi sebagian wajah saat bermotor, spon bedak atau makeup, rambut dan juga jari-jari tangan. Pastikan semua hal cukup bersih ketika akan menyentuh kulit wajah Anda, terutama mereka yang memiliki jenis kulit yang sangat sensitif terhadap debu dan juga bakteri.

3. Sel -Sel Kulit Mati pada Kulit

Sel-sel kulit mati yang banyak ditemukan pada kulit juga bisa memperparah timbulnya jerawat. Ketika hormon Androgen dalam tubuh menyebabkan produksi minyak meningkat pada kelenjar sebaceous, jerawat akan muncul dari berkembangnya bakteri yang bercampur dengan sel-sel kulit mati ini. Selain itu, sel-sel kulit mati yang bercampur dengan sabun juga dapat menyebabkan penebalan pada kulit. Akibatnya, terjadi bintik putih atau hitam yang merupakan jerawat di permukaan kulit. Faktor penyebab jerawat yang satu ini juga dapat menyebabkan tumbuhnya jerawat pada punggung, kulit kepala dan juga lengan.

Jerawat Membandel? Apa Faktor Penyebabnya?

Disebut sebagai jerawat membandel tentu saja karena jenis jerawat yang satu ini sangat sulit diobati dan tidak pernah beranjak dari kulit. Akibatnya, tentu saja menimbulkan kurangnya rasa percaya diri dan kurang maksimalnya keindahan kulit. Ada beberapa faktor penyebab jerawat yang menimbulkan jerawat membandel, antara lain;

Faktor Hormon

Hormon merupakan salah satu penyebab utama timbulnya jerawat yang membandel pada kulit, terutama pada remaja. Karena faktor hormonal ini, jerawat yang timbul dapat dimulai sejak usia 10 tahun hingga 15 tahun. Ketika usia menginjak 25 tahun, jenis jerawat ini pun akan menghilang. Akan tetapi, pada sekitar 7% penderita, jerawat hormonal ini bertahan lebih lama, bahkan hingga usia 40-50 tahun. Jerawat jenis ini juga sering diderita oleh kaum hawa pada 2 sampai 7 hari sebelum periode menstruasinya dimulai, karena hormon mengalami peningkatan produksi pada masa ini. Selain itu, jerawat yang disebabkan oleh hormon juga sering dialami oleh pengkonsumsi obat peningkat hormon seperti steroid, estrogen, kortison, feniton dan juga testosteron. Pada wanita yang sedang hamil, jenis jerawat ini juga sering dialami.

Pola Makan dan Gaya Hidup yang Tidak Sehat  

Pola makan dan gaya hidup yang tidak sehat juga merupakan faktor yang membuat jerawat tumbuh subur dan sulit diatasi. Terlalu banyak mengkonsumsi makanan yang berlemak tinggi, terlalu pedas dan makanan cepat saji adalah faktor yang dapat menimbulkan jerawat yang membandel. Selain itu, konsumsi alkohol, minuman bersoda, dan juga kurang minum air putih juga merupakan faktor besar timbulnya jerawat membandel. Kondisi ini juga akan semakin parah ketika gaya hidup juga cenderung tidak sehat seperti merokok, begadang atau kurang tidur dan juga jarang berolah raga. Tubuh yang tidak mendapatkan nutrisi yang baik dan jarang berolah raga, peredaran darahnya tidak akan lancar, termasuk pada kulit dan meningkatkan resiko penyebab jerawat

12 Cara menghilangkan jerawat yang mudah dan efektif

menghilangkan jerawat
Image From: Google
Memiliki jerawat pada wajah tentu akan sangat mengganggu karena wajah akan terlihat kusam. Selain itu, munculnya jerawat dapat menghilangkan rasa percaya diri terutama untuk melakukan aktivitas di luar ruangan atau jika akan bertemu dengan seseorang. Terkadang jerawat menjadi suatu hal yang memalukan bagi yang sangat memperhatikan penampilannya.

Penyebab jerawat secara umum
Penyebab jerawat dikarenakan pori-pori tersumbat sehingga muncul benjolan berisi nanah dan biasanya berwarna merah. Selain debu atau kotoran yang menempel pada wajah, jerawat juga dapat disebabkan karena adanya perubahan pada hormon. Dengan kata lain, banyak dari kalangan remaja yang akan mengalami hal ini, misalnya anak perempuan yang akan mengalami masa menstruasi. Proses kehamilan serta stress yang berlebih juga akan memicu timbulnya jerawat pada wajah.

Jerawat juga biasanya muncul pada Jenis-jenis kulit wajah tertentu, diantaranya adalah kulit kering dan kulit berminyak. Kulit kering memang rentan terhadap munculnya jerawat, tetapi kulit wajah yang berminyak lebih rentan timbul jerawat karena kotoran seperti debu akan sangat mudah menempel dan masuk pada pori-pori wajah. Selain terdapat jenis-jenis kulit wajah yang berbeda pada tiap-tiap orang, untuk menghilangkan jerawat juga lebih baik mengetahui jenis-jenis dari jerawat tersebut.


Jenis-jenis jarawat yang muncul di wajah


Berikut beberapa jenis jerawat yang umumnya timbul di wajah, diantaranya yaitu;

  •  Jerawat biasa
Jerawat ini terjadi pada sebagian orang yang rata-rata pernah menderitanya. Ciri-cirinya yaitu berbentuk benjolan kecil dan berwarna putih kemerahan, biasanya pada puncaknya. Infeksi yang disebabkan oleh bakteri bernama Propionibacterium Acneadalah penyebab tersumbatnya pori-pori pada kulit wajah. Meskipun jerawat jenis ini telah biasa ditemukan, tetapi bakteri dari penyebab jerawat biasa dapat menimbulkan iritasi pada wajah di sekitarnya.
  •  Jerawat batu
Perbedaan jerawat batu dengan jerawat biasa umumya terletak pada ukurannya. Jerawat batu biasanya memiliki ukuran yang lebih besar dari pada jerawat biasa sehingga lebih merah dan meradang. Jerawat biasa memang dapat menimbulkan iritasi pada wajah, tetapi dampak dari jerawat batu lebih merugikan jika terus menerus dibiarkan karena akan meninggalkan jejak atau bekas yang sulit untuk dihilangkan pada permukaan kulit di mana jerawat batu tersebut muncul. Oleh karena itu, jerawat ini disebut dengan Cystic Acne. Banyaknya kelenjar minyak dan pertumbuhan sel yang tidak normal adalah penyebab terjadinya jerawat batu, sehingga jenis jerawat ini dapat dikatakan berada pada tingkat yang parah.
  •  Komedo
Meski bernama komedo, namun ternyata ini adalah salah satu jenis jerawat pada wajah. Komedo dibedakan menjadi dua jenis, yaitu komedo tertutup yang memiliki warna putih serta berbentuk seperti tonjolan dan komedo terbuka dimana pori-pori terlihat membesar dan hitam. Jenis jerawat ini biasanya terjadi di area hidung.
  •  Jerawat nitrosica
Jerawat yang selayaknya harus ditakuti karena seperti halnya jerawat batu, jenis jerawat ini juga penyebab timbulnya lubang bekas jerawat di wajah. Sehingga menyebabkan permukaan kuli tidak rata.
  •  Jerawat juvenile
Jenis jerawat inilah yang umunya menyerang para remaja yang memasuki masa pubertas karena hormone yang tidak seimbang, yaitu pada sekitar umur 14 hingga 20 tahun.
  •  Jerawat vulgaris
Adalah jerawat yang disebabkan karena kelainan pada kulit. Jerawat ini juga dapat timbul pada usia remaja namun akan terus berlanjut hingga masa dewasa yang penyebabnya adalah minyak berlebih, hormone yang berubah, dan tak jarang karena alergi dari produk kosmetik. Kulit mati yang tidak lepas membuat permukaan kulit wajah merah dan bersisik. Tak jarang, jerawat yang juga digolongkan pada tingkat parah ini ditandai dengan komedo.


  •  Jerawat rosacea
Awalnya, jerawat ini hanya timbul seperti kemerahan yang ternyata merupakan awal munculnya peradangan. jenis jerawat yang umumnya muncul di usia dewasa antara 30-50 tahun ini juga dapat menyebabkan adanya sisik yang terjadi pada lipatan hidung.

Keberadaan jerawat yang terkadang akan membuat panik para penderitanya terutama jika jerawat yang muncul tersebut merupakan jenis jerawat pada tingkat yang parah. Akan tetapi, tentu akan banyak cara untuk mengatasinya. Baik secara medis maupun alami, mengatasi jerawat tentunya harus disertai dengan pola hidup dan pola makan yang sehat bagi tubuh. Sehingga jerawat yang belum timbul dapat dicegah, sedangkan jerawat yang telah terlanjur timbul dapat diatasi agar tidak berkelanjutan.

Cara menghilangkan jerawat dengan bahan alami

Untuk mengatasi jerawat secara umum dapat menggunakan bahan-bahan alami, berikut 12 cara menghilangkan jerawat dengan mudah, diantaranya adalah;
1.Putih telur: Putih telur merupakan bahan alami yang cukup mudah digunakan untuk menghilangkan jerawat. Menggunakan putih telur juga relatif aman dan murah, tentunya juga dengan hasil yang tidak kalah dengan obat penghilang jerawat. Penggunaan putih telur harus rutin dan terus menerus alias berlanjut, sesekali menggunakannya mungkin tidak akan memiliki efek berarati untuk menghilangkan jerawat.

2. Mentimun: Kadar air yang banyak dan kandungan yang memberikan efek segar pada kulit wajah dimiliki oleh mentimun. Dengan banyaknya kandungan air ini, mentimun efektif membersihkan kotoran pada pori-pori wajah sehingga akan memperlancar saluran pori-pori tersebut. Irisan mentimun tinggal ditempelkan pada wajah yang berjerawat, sehingga peradangan yang disebabkan oleh jerawat akan berkurang.

3. Madu asli: Madu selalu dijadikan bahan yang efektif untuk kesehatan serta kecantikan. Selain itu, madu yang asli dapat digunakan juga untuk mengatasi jerawat yang timbul di wajah dengan cara yang mudah, yaitu hanya mengoleskannya pada wajah dan diamkan selama kurang lebih 15 menit. Baru setelah itu bilas dengan air bersih. Selain menghilangkan jerawat, madu juga akan ikut memberikan kelembaban dan meluruhkan minyak di wajah.

4. Lidah buaya: Tanaman yang satu ini memang sudah tidak asing lagi di dunia kecantikan. Aloevera atau masyarakat kita menyebutnya lidah buaya sering digunakan sebagai bahan alami untuk perawatan rambut ataupun kulit. Saat diterapkan secara langsung pada kulit lidah buaya mampu mengurangi peradangan akibat jerawat. Lidah buaya juga dapat mengurangi produksi minyak berlebih yang merupakanpenyebab utama jerawat.

5. Daun sirih: Kandungan pada daun sirih yaitu anti-septik dan anti-bakteri seperti halnya jeruk nipis sehingga ampuh dalam menghilangkan jerawat bahkan jerawat batu sekalipun. Baik itu peradangan maupun gatal-gatal pada jerawat dapat diatasi oleh daun sirih karena daun yang sering dijadikan bahan pembersih ini juga kaya akan anti-oksidan. Menggunakan daun sirih untuk mengatasi jerawat dapat dilakukan menggunakan cara penguapan, cuci wajah atau digunakan seperti masker. Penguapan dilakukan dengan mendidihkan daun sirih dan uapnya ditujukan pada wajah, cara lainnya yaitu mencuci wajah dengan air rebusan daun sirih dengan pelan-pelan, cara selanjutnya adalah menumbuk daun sirih dan menempelkannya di area yang terkena jerawat, dan bilas setelah 30 menit.

6. Strawberry: Strawberry adalah buah yang sangat menawan terlebih karena kemampuannya dalam menghilangkan jerawat. Buah ini diperkaya dengan antioksidan dan senyawa penting yang dapat mendukung kesehatan kulit anda. Salah satu senyawa yang diketahui cukup ampuh dalam menghilangkan jerawat dalam strawberry adalah asam salisilat. Senyawa tersebut sering digunakan oleh produsen obat penghilang jerawat sebagai bahan utama. Asam salisilat dalam buah strawberry diketahui dapat merangsang lapisan atas kulit untuk menumpahkan sel-sel lebih cepat. hal ini sangat berguna dalam membersihkan pori-pori kulit yang tersumbat.

7. Buah pepaya: Menggunakan buah pepaya sebagai masker wajah bukan hanya akan membuat kulit anda halus dan kenyal, tetapi juga membantu menghilangkan jerawat. Buah pepaya diperkaya dengan vitamin dan senyawa penting yang memiliki sifat anti-inflamasi sehingga dapat mengurangi iritasi pada kulit termasuk mengurangi jerawat.

8. Cuka sari apel: Jika anda benar-benar membutuhkan cara menghilangkan jerawat, cuka sari apel bisa menjadi pilihan yang sangat sempurna. Mengapa? Hal ini dikarenakan cuka sari apel dapat membunuh hampir semua mikroorganisme yang dapat membawa pada semua ketidaknyamanan pada kulit termasuk jerawat. Selain itu cuka sarti apel juga dapat menyeimbangkan pH kulit Anda, sehingga membuat mikroba lebih sulit untuk berkembang. Bakteri merupakan salah satu penyebab utama jerawat selain hormon.

9. Jeruk nipis: Ampuh menyerap kadar minyak di wajah. Cara menggunakannya dapat dicampur dengan putih telur agar kulit wajah menjadi semakin kencang. Air dari perasan jeruk nipis dioleskan pada wajah sebelum tidur dan diamkan selama kurang lebih 15 menit kemudian dibilas. Tetapi, banyak juga yang mengatakan lebih dari 15 menit seperti misalnya semalaman akan memberikan efek yang lebih ampuh lagi. Menggunakan jeruk nipis bukan hanya untuk mencegah, tetapi juga saat jerawat telah muncul karena jerawat mengandung anti-bakteri dan anti-inflamasi atau anti-radang sehingga efektif menghilangkan bahkan membunuh bakteri penyebab jerawat.

10. Baking soda: Cara menghilangkan  jerawat bisa dilakukan dengan menggunakan baking soda. Sebagai bahan perawatn kecantikan baking soda relatif aman dan cukup efektif, plus harganya yang murah juga menjadi daya tarik tersendiri. Baking soda mampu menhilangkan jerawat dengan cara mengurangi peradangan, dan membersihkan kulit dari noda. Cara penggunaanya pun cukup dengan mencampur antara baking soda dan air  hingga menjadi pasta. Setelah itu, gunakan campuran keduanya sebagai masker wajah untuk menghilangkan jerawat.

11. Minyak kelapa: Minyak kelapa sering dipuji karena memiliki efek penyembuhan yang sangat menakjubkan terutama dalam meringankan jerawat. Minyak kelapa mengandung vitamin dan juga asam lemak essensial yang bermanfaat untuk kulit wajah anda. Cara penggunaanya cukup mudah, yaitu dengan menerapkannya langsung ke wajah anda. Perlu diingat pilihlah minyak kelapa murni untuk mendapatkan hasil maksimal.

12. Madu dan kayu manis: Kita sudah tidak meragukan lagi mengenai manfaat madu dan kayu manis. Keduanya memang memiliki sejarah yang panjang sebagai obat. Kayu manis memiliki sifat anti-mikroba yang sangat berguna membunuh mikroba merugikan yang menyebabkan jerawat. Sedangkan madu adalah anti-biotik alami yang juga dapat membunuh bakteri, sehingga membuat keduanya menjadi campuran yang ideal untuk menghilangkan jerawat.

Menghilangkan jerawat dengan cara alami seperti di atas mungkin cukup memakan waktu, tetapi sangat mudah untuk dilakukan. Kerutinan dan konsisten menggunakannya penting untuk membantu menghilangkan jerawat di wajah. Demikian 12 cara alami menghilangkan jerawat dengan mudah dan efektif, semoga bermanfaat.

memilih produk kecantikan untuk mencegah jerawat

produk kecantikan untuk mencegah jerawat
Banyak sekali produk kecantikan yang menawarkan berbagai macam keuntungan diantaranya menghilangkan jerawat, mencegah flek hitam, menghaluskan kulit, melembutkan kulit wajah dsb. Pasti para kaum wanita sangat mengidam idamkan memiliki kulit wajah yang bersih, putih, lembut, kenyal dan tak jarang para wanita membeli berbagai macam produk kosmetik guna mewujudkan keinginannya tanpa melihat apakah kosmetik tersebut cocok dan bagus untuk kulit atau tidak. Kita dituntut untuk selalu memilih milih dahulu sebelum membeli agar nantinya kita tidak menyesal setelah membeli kosmetik tersebut. Untuk membeli kosmetik, jangan asal asalan karena resikonya untuk kulit wajah anda akan berbahaya. Jangan tergiur dengan harga murah, selalu ingat harga menentukan kualitas begitu juga kosmetik. Semakin murah, kualitasnya juga semakin buruk.

Jerawat yang membandel di daerah wajah sangat susah sekali hilang meski sudah diusahakan dengan berbagai cara. Salah satu cara hanya menutupi jerawat tersebut dengan kosmetik yang anda beli. Tetapi ada juga kosmetik yang khusus untuk menghilangkan jerawat dan flek hitam yang membandel di daerah wajah, karena pada umumnya wanita akan terlihat cantik apabila wajahnya juga cantik (tidak ada jerawat, flek hitam, dll). Kosmetik itu memang perlu, tetapi jangan sampai terlalu berlebihan karena sesuatu yang berlebihan sangat tidak bagus dan tidak dianjurkan. Pakailah kosmetik yang sewajarnya saja apabila anda beraktivitas di dalam ruangan, apabila di luar ruangan anda bisa menambah sedikit aksen di daerah wajah dengan kosmetik yang anda punya.

Salah sedikit dengan kosmetik yang anda beli akan berdampak buruk dengan penampilan anda nantinya. Mungkin tidak terlihat 1 hari atau 2 hari, tapi lama kelamaan sekitar 1 bulan 2 bulan akan muncul problem. Niatnya untuk menghilangkan jerawat malah menambah banyak jerawat. Nah dalam artikel ini, penulis akan memberikan informasi kepada anda beberapa tips memilih produk kecantikan untuk mencegah jerawat.

Menggunakan produk kosmetik alami

Pada zaman sekarang ini banyak produk kecantikan yang menawarkan dengan menggunakan bahan-bahan alami di produk kecantikannya. Pakailah produk tersebut karena produk tersebut hanya memakai sedikit bahan kimia. Selebihnya menggunakan bahan alami yang bagus untuk kulit wajah.

Selalu mencocokan dengan tipe kulit

Produk kecantikan yang anda beli harus cocok dengan tipe kulit wajah anda karena setiap orang memiliki kesensitifan kulit yang berbeda juga. Saran penulis, beli produk kecantikannya 1 atau 2 dahulu. Apabila cocok dan tidak ada efek samping apapun, anda bisa membelinya agak banyak. Karena apabila tidak cocok dan dipaksakan akan berdampak buruk bagi kulit wajah.

Harga

Yang tadi penulis katakan di atas bahwa harga menentukan kualitas dari barang tersebut. Walaupun tidak semua begitu tetapi biasanya semua barang kecantikan akan memasang harga yang lumayan tinggi jadi jangan sekalipun tergiur dengan harga kosmetik yang murah.

Selalu memeriksa komposisi produk

Beberapa bahan kosmetik menggunakan bahan yang tidak baik untuk kulit wajah, apalagi Indonesia adalah negara tropis sangat berbahaya untuk kulit wajah. Jadi harus berhati-hati dan selalu memperhatikan komposisi kosmetiknya.

Tips memilih produk kecantikan untuk mencegah jerawat tersebut penulis buat agar wanita-wanita Indonesia selalu memperhatikan sebelum membeli dan agar selalu selektif sebelum membeli suatu barang. Itulah artikel tentang tips memilih produk kecantikan untuk mencegah jerawat, semoga bermanfaat.

Tips merawat kulit yang berjerawat

Tips merawat kulit yang berjerawat
Banyak orang hanya berfokus mengenai bagamana cara menghilangkan jerawat, tetapi kebanyakan dari mereka kurang begitu memperhatikan bagaimana cara merawat kulit yang sudah terlanjur atau rentan mengalami jerawatan. Padahal kalau kulit sudah terkena jerawat maka membutuhkan perawatan khusus untuk membantu menghilangkan sekaligus mencegah jerawat timbul lagi, beberapa hal yang harus anda lakukan saat memiliki kulit yang berjerawat atau mudah berjerawat adalah:

1. Gunakan pelembab: Pelembab berguna untuk menjaga keseimbangan tingkat kelembaban pada kulit, hal ini berguna mencegah kulit kering yang juga bisa memicu jerawatan. Jika kulit anda sensitif dengan produk kecantikan sebaiknya menggunakan bahan alami seperti madu, alpukat atau minyak zaitun. Madu dan minyak zaitun selain berguna mencegah jerawat juga dapat membantu menghilangkan jerawat secara alami.

2. Jangan terlalu sering mencuci muka: Jerawat memang lebih banyak disebabkan karena kotoran dan bakteri yang menemel pada kulit, sehingga banyak orang beranggapan jika dengan sering mencuci muka maka akan membantu mencegah dan meringankan jerawat. Jika anda melakukannya tidak berlebih maka tidak masalah, tetapi jika berlebih yang terjadi justru sebaliknya, mencuci wajah terlalu sering akan menghilangkan minyak alami yang itu diperlukan oleh kulit wajah agar tetap lembab.

3. Jangan memencet jerawat: Salah satu hal yang harus anda hindari saat memiliki jerawat adalah memencet atau sering menyentuhnya. Memencet jerawat dapat meninggalkan bekas yang nantinya akan menjadi parut. Sedangkan sering menyentuh jerawat akan membuatnya menjadi semakin meradang sehingga anda harus menghindarinya. Baca selengkapnya hal yang tidak boleh dilakukan pada jerawat.

4. Gunakan bahan alami untuk menghilangkan jerawat: Meskipun ini bukan suatu keharusan tetapi menggunakan bahan alami untuk menghilangkan jerawat merupakan cara aman yang bisa anda tempuh. Secara umum bahan alami tidak menimbulkan efek samping berarti sehingga anda tidak perlu khawatir untuk menggunakannya dalam jangka panjang. Menggunakan bahan alami bukan berarti anda tidak boleh untuk pergi ke dokter, saran dari dokter dan pemeriksaan jerawat secara rutin tetap sangat diperlukan untuk mengetahui penyebab pasti dan prosedur penanganan yang perlu dilakukan jika ternyata jerawat anda tidak biasa.

5. Pilih produk kecantikan yang tepat: Tidak semua produk kecantikan itu sesuai dengan jenis kulit kita, untuk itu sebaiknya sebelum menggunakan produk kecantikan tertentu anda harus memeriksa label dan juga jenis kulit yang anda miliki. Hal ini penting terutama bagi anda yang terlanjur memiliki jerawat. Baca juga Memilih produk kecantikan untuk mencegah jerawat

Beberapa jenis kulit 

1. Kulit normal: Kulit normal adalah jenis kulit yang paling baik, seperti namanya jenis kulit normal tidak mudah kering, berminyak atau sensitif terhadap produk kecantikan. Meksipun demikian tipe kulit normal jika tidak dirawat dengan baik juga dapat mengalami jerawatan sehingga anda tetap harus waspada dan selalu menjaga kebersihannya.

2. Kulit berminyak: Jika anda memiliki tipe kulit seperti ini maka anda harus lebih memperhatikan kebersihannya, karena kulit berminyak lebih rentan mengalami jerawat akibat debu yang mudah menempel sehingga akan menyumbat pori-pori, inilah yang menjadi penyebab jerawat. Sebenarnya secara alami minyak di wajah sangat diperlukan oleh kulit untuk membuatnya tetap lembab secara alami, tetapi jika hal ini berlebih tentu akan memberikan efek yang tidak baik.

3. Kulit sensitif: Tidak kalah sulitnya dengan kulit berminyak tipe kulit sensitif juga harus mendapatkan perawatan lebih, kenapa harus demikian? kulit sensitif umumnya membutuhkan bahan perawatan yang ramah atau tidak memiliki reaksi negatif pada jenis kulit sensitif.

4. Kulit kering: Kulit kering memiliki tingkat sensitifitas tinggi terutama terhadap hawa dingin. Tipe kulit seperti ini membutuhkan pelembab alami yang ramah, untuk mengatasi kulit kering anda bisa memanfaatkan bahan alami sebagai pelembab. Kulit kering juga memiliki potensi besar untuk berjerawat jika tidak dirawat dengan benar.

Jika kulit anda termasuk ke dalam golongan yang mudah berjerawat maka anda harus melakukan perawatan dan juga memperlakukannya secara khusus salah satunya dengan memilih produk kecantikan yang sesuai dengan kondisi kulit wajah anda.

Hal yang tidak boleh dilakukan pada jerawat

memencet jerawat
Hal yang paling menjengkelkan adalah ketika jerawat mulai bermunculan di kulit wajah, dan jumlahnya tidak hanya satu, melainkan beberapa dan ukurannya cukup membuat penampilan Anda terganggu. Tentu saja kita menginginkan agar jerawat segera sembuh menghilang dan kulit wajah menjadi bersih serta mulus kembali.  Namun ternyata ada beberapa hal yang tidak boleh dilakukan pada jerawat secara sembarangan. Berikut ini kami akan bagikan beberapa hal yang memang dilarang untuk diterapkan pada jerawat:
1. Seperti yang sudah diketahui bersama bahwa durasi pengobatan jerawat memang membutuhkan waktu yang lumayan lama supaya bisa sembuh, kering, dan hasilnya bisa positif serta maksimal. Biasanya waktu yang dibutuhkan sekitar dua hingga enam minggu pengobatan lamanya. Anda dilarang untuk pasrah ataupun menyerah dalam memerangi masalah jerawat. Apabila sudah menyerah sebelum berperang, maka Anda akan semakin malas menjaga kebersihan kulit wajah, dan jerawat akan semakin bertambah serta semakin parah. Langkah yang dianjurkan adalah menggunakan secara teratur dan rutin obat jerawat sesuai resep dokter, jangka waktu pengobatannya sekitar satu bulan, sampai benar-benar sembuh, dan pengobatan bisa dihentikan, dilanjutkan dengan perawatan serta menjaga kebersihan. Jangan terpengaruh dengan pengobatan awal yang memang belum menampakkan perubahan positif, lanjutkan terus sampai sebulan.

2. Hal yang tidak boleh dilakukan pada jerawat selanjutnya adalah mencoba sejumlah perawatan dari berbagai tempat sekaligus atau bersamaan. Biasanya karena putus asa dan menyerah akan gangguan jerawat yang tidak sembuh-sembuh, sehingga membuat kita akan tergoda berpindah-pindah mencari tempat perawatan jerawat yang kompeten dan lebih baik. Padahal pengobatan yang berlebihan dan tercampur-campur akan membuat jerawat semakin meradang serta bertambah banyak. Kulit wajah akan mudah mengalami iritasi, efek negatifnya bisa menghasilkan bekas  flek hitam serta jaringan parut. Tentu saja hal ini harus dihindari supya penanganan tidak terlambat dan masih bisa diatasi.

3. Dilarang untuk menggosok maupun menyuci wajah secara berlebihan, karena hal ini juga bisa memicu iritasi kulit yang serius. Selain faktor lainnya, tidak dianjurkan untuk  membersihkan wajah dengan  sabun keras yang bisa menimbulkan iritasi akibat sisa sabun yang tersisa di wajah. Sedikit kami beri petunjuk, bahwa sabun pembersih yang baik tanpa mengiritasi adalah mempunyai pH yang cocok dengan pH pada kulit wajah yaitu 5 sampai 6,5.

4. Memecah maupun menekan jerawat pada wajah dengan kasar serta penuh tekanan pemaksaan berharap jerawat bisa segera sembuh, padahal perilaku ini bisa membuat radang pada jerawat semakin parah dan proses penyembuhannya malah berangsur lebih lama dari biasanya. Langkah tepat dan terbaik yang bisa dilakukan untuk mengatasi jerawat adalah membiarkan proses kesembuhan dari jerawat supaya berjalan secara normal agar tidak meninggalkan bekas yang sulit hilang.

5. Apabila jerawat yang muncul sudah semakin parah dan bertambah banyak, hal yang tidak boleh dilakukan pada jerawat adalah terlambat memeriksakan serta berkonsultasi pada dokter yang berwenang dan ahli di bidangnya. Sebaiknya Anda segera periksa pada dokter, supaya bisa diberikan pengobatan menggunakan dosis yang semestinya, berefek kuat daripada dosis yang diberikan obat bebas dan kurang maksimal hasilnya. Anda juga bisa mencoba kecanggihan teknologi saat ini seperti laser sesuai kebutuhan menghilangkan jerawat, asalkan legal dan aman bagi kulit wajah Anda.

6. Menggunakan obat jerawat tetapi secara sembarangan dan tidak sesuai dengan petunjuk pemakaian. Hal ini tidak dianjurkan karena bisa membuat kulit wajah kemerahan atau iritasi.

Demikian beberapa tips dan larangan mengenai jerawat yang bisa kami sampaikan, semoga bermanfaat dan semakin menyadarkan kita akan pentingnya melakukan perawatan serta kebersihan kulit wajah. 

Jenis Kulit yang Mudah Terkena Jerawat

Jenis Kulit wajah
Merawat kulit wajah adalah hal yang penting, bukan hanya kaum hawa, pria juga harus merawat wajah agar selalu bersih dan sehat. Selain itu, mengetahui jenis kulit wajah dapat lebih mempermudah untuk melakukan perawatan, contohnya mengenali jenis kulit yang mudah berjerawat.

Jenis-Jenis kulit wajah

Setiap orang tidak memiliki jenis kulit yang sama. Berbagai macam jenis kulit tentu memiliki masalah yang berbeda-beda, begitu juga dengan perawatannya. Berikut jenis-jenis kulit secara umum, diantaranya;



  • Kulit normal
Kulit normal bercirikan perubahan pada wajah sesuai dengan pergantian musim, seperti misalnya di musim berhawa dingin kulit wajah akan terasa kering sehingga pipi terasa kencang, sedangkan di musim panas kulit wajah akan berminyak.

  • Kulit kering
Kulit wajah jarang berminyak dan juga dapat berjerawat adalah ciri dari kulit kering. Jenis kulit ini bisa sangat sensitif baik terhadap hawa dingin, angin dan cuaca panas. Sehingga elastisitas pada kulit hampir tidak ada.

  • Kulit berminyak
Salah satu jenis kulit yang lebih rentan terkena jerawat dan juga komedi daripada jenis-jenis kulit lainnya. Hal ini karena kulit berminyak mudah tertempel oleh kotoran.

  • Kulit sensitif
Kulit ini mudah bereaksi terhadap alergi, sehingga tak jarang akan menimbulkan ruam, gatal-gatal peradangan dan yang pasti jerawat. Biasanya terjadi karena sensitif terhadap produk kecantikan, tetapi sinar matahari, cuaca dingin dan angina juga dapat jadi penyebabnya.

  • Kulit kombinasi
Seperti namanya, kulit kombinasi adalah kondisi terdapat dua jenis kulit pada satu wajah. Contohnya yaitu, munculnya jerawat pada salah satu area wajah yang berminyak, sedang area wajah lainnya cenderung kering.

Dari beberapa jenis kulit di atas maka dapat disimpulkan jika jenis kulit yang mudah berjerawat meliputi kulit kering, kulit berminyak dan kulit sensitif. Akan tetapi, jenis kulit berminyak adalah jenis yang paling umum sering terjadinya jerawat. Selain itu, jenis kulit berminyak juga akan sangat rentan munculnya komedo sehingga wajah dengan kulit yang berminyak akan mudah terlihat kusam. Hal ini terjadi disebabkan kandungan minyak yang ada pada pori-pori wajah menumpuk disertai dengan kotoran seperti debu, sehingga timbul jerawat dan komedo.

Kulit berminyak biasanya akan dimiliki oleh khususnya kaum hawa yang aktifitasnya lebih banyak di luar ruangan daripada di dalam ruangan. Selain itu, dipercaya jika memiliki tubuh gemuk juga cenderung memiliki kulit wajah yang berminyak.

Jenis kulit yang berminyak memang akan lebih mencegah timbulnya kerutan pada kulit wajah dibandingkan dengan tipe kulit kering meskipun keduanya memiliki masalah yang sama, yaitu mudah terkena jerawat. Untuk merawat jenis kulit berminyak agar jerawat tidak mudah muncul, maka dapat dilakukan dengan cara membersihkan wajah dengan pembersih atau scrub cara yang benar dan bersih. Dengan kata lain, jangan sampai meninggalkan bekas busa pada wajah yang nantinya akan lebih menimbulkan masalah lainnya pada kulit wajah. Lalu gunakan penyegar untuk meluruhkan kotoran pada wajah yang berminyak. Penggunaan pelembab juga harus tetap digunakan pada jenis kulit yang mudah berjerawat agar tetap segar dan mencegah terjadinya kekeringan.

Selain itu, pola makanan yang sehat juga sangat mempengaruhi kesehatan kulit wajah karena akan membantu merawatnya dari dalam tubuh. Seperti mengurangi makanan yang mengandung kadar minyak tinggi, misalnya makanan pedas dan gorengan. Kemudian perbanyak mengkonsumsi sayuran serta buah-buahan yang berserat.
Diberdayakan oleh Blogger.